Selasa, 05 November 2013

Hati-Hati Dengan Tradisi

  Bismillahirrohmanirrohiim

Hari ini adalah hari pertama tahun 1435 Hijriah. Banyak cara orang memaknai pergantian tahun baru Hijriah. Sejak kemaren banyak sekali saya mendapatkan BC di BBM. Berbagai anjuran yang harus dilakukan dalam pergantian tahun. Setiap orang boleh saja melakukan banyak cara memaknai pergantian tahun itu, yang terpenting tidak jauh dari Syari'at.

Momen pergantian tahun, sering kali diramaikan dengan perayaan yang sangat meriah. Di daerah tertentu ada yang  mengkhususkan malam 1 suro dengan berbagai ritual. Ini perlu kita waspadai, karena Rasullah tidak melakukan ritual khusus dalam menyambut pergantian tahun.

Banyak orang  melakukannya karena sudah tradisi, tapi disayangkan tradisi itu  atau yang menjadi adat istiadat sangat jauh dari Syari'at, bahkan membuat tergelincir pada kesyirikan. Kita sudah sangat tahu kesyirikan adalah dosa yang tak terampuni oleh Allah SWT, oleh karena itu berhati-hatilah kita.... janganlah melakukan yang tak ada tuntunannya di dalam Al-Quran dan Hadist, jangan sampai kita mengawali tahun baru ini dengan dosa besar.

Arti kata Hijriah adalah berpindah, maka makna yang dapat kita ambil dari kata tersebut adalah kita akan melakukan Hijriah secara tersirat, misalnya :

1). Hijrah di dalam makna: Menyingkiri ( sesuatu )Dan singkirilah perbuatan dosa itu" Surat Al–Mudatsir ayat 5 

2). Hijrah di dalam makna : Menjauhkan diri ( dari sesuatu ),
.. Dan hendaklah engkau sabar atas perkara yang mereka katakan dan hendaklah engkau ( Muhammad ) menjauhkan diri dari mereka, dengan laku dan cara (menjauhkan) yang baik."Surat Al–Muzammil ayat 10

Dari ayat ini , kita diperintahkan untuk menjauhi dari hal-hal yang tidak baik, misalnya kita tidak ikut menghadiri perayaan pergantian tahun baru ini jika sudah bermakna menyimpang dari tuntunan Al-Quran. Kebanyakkan orang berasalan hanya melihatnya saja kok, nggak ikut menyakini. Padahal dengan ikut menghadiri itu sudah bentuk meyakini dan mensetujui penyimpangan itu. Jadi jangan ada alasan melihatnya sebagai hiburan saja, yang nantinya menjadikan kita tergelincir kepada kesyirikkan.

OK... teman-teman semua, hati-hati ya dalam memaknai pergantian tahun Hijriah ini, karena akan banyak tradisi yang akan dilakukan dalam rangka merayakan  tahun baru ini. Jauhi ya jika kesyirikan yang akan terjadi.....^_^





22 komentar:

  1. menyikapi tradisi di sekitar kita membutuhkan kehati-hatian agar kita tidak terjebak ke dalam perkara-perkara yang kita sendiri tidak tahu asal muasalnya dan sebagian diantara sodara kita tetap melakukannya karena mereka memang benar-benar tidak tahu. Itulah peran kita dengan memberikan penjelasan ddengan arif tanpa menyinggung yang bersangkutan agar terbuka wawasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Ies, masyarakat lebih berpegang pd tradisi. Oleh krn itu Perlu sekali tokoh agama utk meluruskannya, tapi sayang malah ada yg terlibat dari ritual perayaan tersebut.

      Hapus
    2. saya yakin merubah tradisi itu sangat susah apalagi yang sudah turun temurun, tak perlu di rubah tradisi itu bakalan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu

      Hapus
  2. saya sendiri sudah hijrah dari tuban ke mojokerto , hehehe.
    seharusnya peringatan satu muharram digunakan banyak istighfar atau amalan baik lainnya, kalau tradisi semacam ini banyak baiknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. siipppp... Mas Agus ... Setuju banget

      Hapus
    2. jangan setuju dengan saya bu..setuju sama pak ies aja, karena saya banyak konsletnya, hehehehhe

      Hapus
  3. iya mbak, kalau cuma memaknai Hijrah sebagai Hijrah Fisik saja ya kita gak dapet apa2,
    karena intinya adalah perjalanan tentang hati..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups... semoga tahun ini menjadi lebih baik ketaqwaan kita ya....Aamiin

      Hapus
  4. bahkan para ulama dan ustadz pun sering ikut andil dalam hal ini, misalnya dalam menyambut tahun baru hijiah semalam mengadakan dzikir bersama, mengadakan tabligh akbar yang di sana disisipkan acara-acara musik dan lagu...padahal Rosululloh sendiri tidak pernah mengajarkan yang demikian...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya gimana ya pertanggung jawabannya krn khan mereka adalah panutan masyarakat ?

      Hapus
    2. saya rasa selama lagu yang di sisipkan berkaitan itu tak masalah, misalkan qasidah, lagu shalawatan pokoknya lagu2 religi, jangan sampai ketika ada acara dakwah / dzikiran, selesai itu diselingi lagunya inul misalnya "buaya buntung" itu kan y g tepat

      Hapus
    3. aaaahhh.... bisa sja nih
      makasih ya kunjungannya

      Hapus
  5. umumnya kalau tahun baru hijriyah dibikin seangker mungkin, orang tidak berani keluar rumah. beda dengan tahun baru masehi, dirayakan dengan meriah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bedanya tahun baru hijriah banyak sesanjen... tahun baru masehi banyak kembang api...hehhehehe

      Hapus
  6. banyak ritual yang menjurus ke arah syirik. Yang sering dilakukan orang kejawen adalah ngumbah pusoko (nyuci pusaka)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga tradisi seperti ini mulai di sadari oleh saudara2kita muslim untuk mreninggalkanya

      Hapus
  7. kalau saya sih balik lagi keniatnya saja mb', sebagai orang jawa tetap harus menghargai tradisi, sekalipun Rasulullah SAW tidak mencontohkan, secarakan jaman dulu sama jaman sekarang kan sudah beda, orang jawa bilang "seje deso mowo coro" setiap daerah, setiap wilayah setiap negara tentu punya tradisi masing-masing, sepetrti mbah2 wali dulu dalam menyebarkan islam, gimana caranya agar islam dapat diterima tanpa merusak adat istiadat / tradisi di wilayah tersebut, solusinyanya adalah, tradisi tetap jalan, cuma beda niat dan doanya saja, coba kalau misalkan mbah2 wali semua pakai aturan tuntunan hadist dan Al Qur'an mungkin tak akan pernah ada islam di indonesia, bukannya tak pakai tuntunan Hadis dan Al Qur'an cuma dalam penjelasana lebih ke istilah2 agar supaya masyarakat dapat memahami maknanya dan semua istilah2 tersebut juga bersumber dari Hadits dan Al Qur'an kalau meruntutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. asal tidak mendekati syirik... iya khan

      Hapus
  8. Di masyaraat kita masih banyak tradisi yaang sulit dihilangkan begitu saja.
    Yang harus dijaga adalah jangan sampai menyekutukan Tuhan

    Dengan bangga saya mengundang sahabat untuk mengikuti kontes unggulan di BlogCamp. Salah satu hadiahnya adalah voucher menerbitkan buku. Silahkan cek http://abdulcholik.com/2013/11/01/kontes-unggulanproyek-monumental-tahun-2014/

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa.... Pakde, smg saja masyarakat bisa membilah2 tradisi yg perlu dilestarikan
      Pakde... makasih ya kunjungannya.... kejutan nih pakde
      Trimakasih juga undangannya

      Hapus
  9. Kita memang harus hati2 ya, dlm menyikapi tradisi dan adat istiadat.

    BalasHapus