Senin, 07 Juli 2014

Cermatlah memilih teman

Bismillahirromanirrohim

Disaat kita remaja dulu, orang tua selalu menasehati ; "hati-hati ya nak dalam memilih teman !"
Ternyata kalimat itu terulang kembali, namun dari bibir kita, begitu menjadi orang tua dan memiliki anak remaja, rasa cemas dan rasa was-was di saat anak-anak kita telah memiliki komunitas sendiri, mulai lebih banyak berkumpul dengan teman-temannya tidak lagi seperti di saat dia masih anak-anak dimana lebih banyak bersama orang tua.

Begitu juga yang saya rasakan saat ini, pada anak saya Yoga yang sudah memasuki fase remaja, sudah lebih banyak beraktivitas di luar rumah, sudah lebih sering berkumpul bersama teman-temannya. Selalu saja berpesan padanya untuk berhati-berhati memilih teman. 

Disetiap dia pergi bersama temannya, kadang sering terselip rasa was-was, cemas jika terjebak dalam pergaulan yang tidak baik. Oleh karena itu sebelum pergi, selalu berpesan untuk mengingatkan dia agar berhati - hati memilih teman untuk berkumpul-kumpul dan selalu mengingatkan Yoga untuk tetap shalat tepat waktu, jangan sampai shalatnya tertinggal. Tidak cukup dengan berpesan sebelum pergi saja, disaat waktu shalat tiba, saya selalu BBM atau SMS Yoga mengingatkannya untuk segera melaksanakan shalat. Dan begitu juga selalu mengingatkan saatnya dia sudah harus pulang.

Mengapa kita begitu cemas ? 
Menurut saya, usia remaja dimana remaja lebih berpihak kepada teman akrabnya, sehingga penting sekali remaja tersebut untuk lebih berhati-hati dalam memilih teman, karena teman akrabnya akan memberi pengaruh besar dalam kehidupannya. 

Seperti yang saya temukan dalam kasus pada beberapa remaja saat ini, kasus itu semua berawal dari dia memilih teman, memilih komunitasnya, sering kali mereka berada di tempat yang salah, di waktu yang salah dan bersama dengan orang-orang yang salah. Ibaratnya, berada di tempat pandai besi yang sedang bekerja, jika kita berada di sekitarnya, ada dua kemungkinan yang terjadi, yakni bisa aja sebagian baju kita terbakar karena ada percikan api yang menyambar kita kalaupun tidak terbakar bajunya, paling tidak,  baju kita akan menjadi tidak sedap baunya karena mendapat aroma bakaran api tersebut.

Mengapa kita selalu harus cermat dalam memilih teman, agar kelak di akhirat kita tidak menyesal, seperti yang di firmankan Allah SWT dalam surah Al-Furqon (25) ayat 27 dan 28 :


wayawma ya'adhdhalzhzhaalimu 'alaa yadayhi yaquulu yaa laytanii ittakhadztu ma'a alrrasuuli sabiilaan 

27. Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya [1065], seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul".

[1065] Menggigit tangan (jari) maksudnya menyesali perbuatannya.




yaa waylataa laytanii lam attakhidz fulaanan khaliilaan 

28. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan [1066] itu teman akrab(ku).

[1066] Yang dimaksud dengan si Fulan, ialah syaitan atau orang yang telah menyesatkannya di dunia.

Agar tidak terjadi penyesalan di akhirat nanti seperti yang difirmankan Allah pada ayat diatas.
Maka sudah seharusnya kita memilih teman dalam pergaulan kita sehari-hari, karena bersama  teman yang baik akan memberi pengaruh yang baik pada diri kita. 

Teman yang baik akan selalu mengingatkan dan mengajak kita pada kebaikan, apalagi mereka yang sudah menjadi teman akrab atau sahabat. Karena kita sangat setia  pada sahabat kita, kita akan selalu mendengarkan apa yang dikatakan sahabat kita dan melakukan ajakan sahabat.

Itulah keuntungannya kita memilih sahabat. Sahabat yang baik adalah sahabat yang dapat membawa kita ke surga, maka dia akan selalu mengingatkan kita jika kita melakukan kelalaian atau kesalahan. Kita telah perintahkan Allah SWT untuk selalu bersama dengan orang-orang yang shaleh, ini kita dapat lihat di surah Al-Kahf (18) ayat 28 :


waishbir nafsaka ma'a alladziina yad'uuna rabbahum bialghadaati waal'asyiyyi yuriiduuna wajhahu walaa ta'du 'aynaaka 'anhum turiidu ziinata alhayaati alddunyaa walaa tuthi' man aghfalnaa qalbahu 'an dzikrinaa waittaba'a hawaahu wakaana amruhu furuthaan 

28. Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Teman atau sahabat yang baik akan selalu mengingatkan kita pada ketaatan kepada Allah SWT, selalu memotivasi kita untuk melakukan kebaikan, seperti senantiasa mendorong kita untuk beribadah lebih baik, memotivasi kita untuk meningkatkan ibadah, senantiasa berbakti kepada orang tua, mengingatkan kita untuk bertutur kata baik dan santun dalam bersikap, selalu mengajak kita untuk meningkatkan amal shaleh.

Maka beruntunglah orang yang telah memiliki sahabat yang baik, dimana dia tahu perangaimu yang nakal, dia tahu kelemahan dan kekuranganmu, dia tahu kamu banyak membuat kesilapan, tetapi dia tetap BERSAHABAT denganmu, dia tegur akan kesalahanmu, karena dia ingin masuk SURGA dengan mu. 

Dia adalah SAHABAT SEJATI mu, yang sangat TULUS menyayangimu, dan yang tidak pernah memanfaatkanmu.....JAGALAH hatinya selalu, jagalah hubungan baik yang sudah terjalin tersebut, janganlah engkau meninggalkan dia, janganlah merasa bosan karena sering diingatkan atau di nasehati, tetaplah bersabar dengan nasehat-nasehatnya itu, seperti perintah Allah di surat Al-Kahf diatas, karena dari 10 orang yang kamu kenal hanya satu orang yang kamu temui orang seperti dia.





12 komentar:

  1. lingkungan emang berpengaruh mbak,,
    hati2 dalam berteman,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups, benar sekali
      trimakasih ya kunjungannya

      Hapus
  2. Kita memang dianjurkan untuk tidak membeda-bedakan dalam berteman, tapi kita tetap kudu selektif dalam berteman karena pertemanan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian kita.

    BTW seneng sekali mbak Sukma rajin nulis lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak.... teman hendaknya membantu kita membangun pribadi yang lebih baik..... Mbak terimakasih telah menjadi teman baik saya di dumay... Mbak Reni yg selalu jadi penyemangat saya .... makasih ya, mbak

      Hapus
  3. Kalau berteman dengan penjual winyak wangi Insya allah akan kecipratan baunya ya Jeng
    Jangan sampai pren makan pren
    Terima kasih pencerahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pakde.... jadi kecipratan baunya .... lebih senang lagi ....dpt diskon kalau beli minyak wanginya ....hehehhehe
      Terima kasih ya Pakde kunjungannya ..... senang sekali di kunjungi pakde

      Hapus
  4. Masa remaja adalah masa yang rentan terhadap pengaruh lingkungan.. Biala si remaja bergaul dengan lingkungan positif tentunya dia akan berperilaku positif juga.. Sebaliknya bila si remaja berada dalam lingkungan negatif maka dia akan cenderung berperilaku negatif.. Btw, sebaiknya sejak dini orangtua menanamkan nilai2 agama pada anak2nya... Sehingga bila anaknya menginjak remaja kelak, si remaja ini bisa menyaring hal2 positif atau negatif bagi dirinya... Bila sejak dini anak2 diajarkan nilai2 agama insyaAllah dia akan kembali ke jalan yang benar ketika terpengaruh pergaulan menyesatkan... Nice post Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju sekali, mbak Rita
      makasih ya, mbak

      Hapus
  5. Balasan
    1. makasih ya Rapli.....smg terinspirasinya

      Hapus
  6. Iya nih, teman juga berpengaruh dalam kehidupan . Nice share bun hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih ya Afiras kunjungannya....smg menjadi inspirasi

      Hapus