Sudah beberapa hari kita dihebohkan dengan serangan ulat bulu. Dari desa satu ke desa yang lain, penyebarannya cepat sekali. Masyarakat dibuat kelabakan dan resah di buatnya. Gimana gak kelabakan atau meresahkan, karena serangan ulat bulu ini telah menyebabkan kerusakan tanaman pertanian mereka sehingga banyak perkebunan mengalami kerugian akibat serangan ulat bulu ini dan menyebabkan gatal-gatal pada kulit penduduk yang mengalami serangan ulat bulu ini.
Sebenarnya jika keseimbangan lingkungan ini tidak terganggu, niscayalah pasti tak ada serangan ulat bulu ini. Menurut pelajaran biologi ( duh keluar nich ilmu biologi nya...hehehe...) dalam lingkungan pemangsa ulat bulu adalah burung pemakan serangga. Tapi karena predatornya itu sudah punah, maka berjayalah si ulat bulu itu. Dan berduyun-duyunlah mereka menyerang perkebunan masyarakat bahkan ke rumah-rumah penduduk... uh ... ngeri dech.
Tapi keadaan ini justru berbalik bagi masyarakat yang ingin berpergian. Misalnya mereka yang ingin bertolak dari Surabaya atau Bali. Jika mereka melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat, justru lebih cepat atau penerbangannya jadi lebih cepat. Loh kok bisa gitu toh...???
Ya .... iyalah .... karena sayap-sayap pesawat ikut di serbu ulat bulu juga... eh itu sayap-sayap mengalami gatal-gatal juga, terpaksa dech untuk ngilangin rasa gatalnya, sayapnya dikepak-kepakkan lebih cepat .... laju dech itu pesawat meluncur... cepat dech nyampenya ditempat.... hehheheehehe....hehehehehe.. (asal.com)