Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Februari 2014

Jauhi Hutang

Bismillahirromanirrohim

Hari ini saya mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, yakni beberapa NASEHAT HEBAT ORANG TERKAYA no 4 DI DUNIA tahun 2013, Warren Buffet diantaranya:


Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan apa yg kau miliki, serta ingat :
1. Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
2. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.
3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.
4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar˛ nyaman untukmu.
5. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.
6. With money:
You can buy a house, but not a home.
You can buy a clock, but not time.
You can buy a bed, but not sleep.
You can buy a book, but not knowledge.
You can get a position, but not respect.
You can buy blood, but not life. So find your happiness inside you.
7. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.

Bagi saya nasehat beliau sangatlah  berharga sekali dan akan terus saya ingat, meskipun selama ini beberapa nasehat tersebut sudah saya lakukan, sebelum saya mendapatkan potongan artikel ini.

Sejak dulu saya sangat menghindari berhutang, alasannya sih takut sekali nanti belum sempat membayarnya ajal sudah menjemput. Mengapa saya menjadi sangat takut berhutang....? Ini berawal dari pengalaman saya sewaktu masih tinggal dengan orang tua, beliau membuka usaha dengan mengajukan kredit di bank untuk membuka usaha tersebut, selama itulah saya merasakan ketidak nyamanan bila kita mempunyai tanggungan hutang.  

Sebagai pedagang tentu saja jual beli setiap hari itu adalah sesuatu yang tidak pasti, sementara mencicil kredit bank setiap bulan itu adalah sesuatu yang pasti. Ketidak pastian jual beli ini menyebabkan kami anak-anak harus berhati-hati meminta keperluan kepada orang tua. Tak jarang kebutuhan kami harus dikalahkan, agar orang tua bisa membayar cicilan bank. Bertahun-tahun kami merasakan ketidak nyaman tersebut. Dari pengalaman itulah saya tanamkan pada diri saya untuk menghindari diri dari berhutang jika tidak begitu penting atau mendesak.

Pengalaman pertama dan saya berharap itu yang terakhir adalah disaat saya memaksakan diri membangun rumah. Saat itu suami membujuk saya untuk menyetujui mengajukan kredit di bank untuk menambah tabungan kami agar dapat membangun rumah, dengan terpaksa saya menyetujuinya tapi dengan syarat hanya 2 tahun saja dan jumlahnya tidak boleh  memberatkan, tidak boleh mengganggu keuangan harian kami. 

Nomimal yang kami ajukan tidak banyak, hanya cukup untuk membangun rumah seadanya saja sehingga rumah tersebut tidak sampai pada tahap akhir penyelesaian, bagi saya waktu itu sudah cukup yang penting kami tidak lagi mengontrak rumah. 

Rumah ini awal kami huni, adalah sangat sederhana, belum di cat, lantai hanya lantai semen tipis  agar tidak menginjak tanah saja, ruang yang dipasang plafon hanya kamar tidur saja, sedang yang lain masih bisa melihat genteng dan kayu-kayu penyanggah atap, jadi nggak heran kerap sekali kelelawar bertamu ke rumah kami disetiap malam.

Kamar yang kami buat ada 3, karena untuk dapur belum sanggup kami bangun, maka salah satu kamar tidur kami sulap jadi dapur sementara, karena kebetulan kami masih berdua, belum di karunia anak, dan satu kamar khusus untuk ruang shalat, memang sejak awal membangun rumah kami sudah merencanakan ruang khusus untuk shalat. Keadaan rumah tidak di cat, tidak di plafon dan lantai yang hanya ditutupi lapisan semen tipis, itu berlangsung 5 tahun. Mengapa begitu lama kami menyelesaikannya...? Ini di karenakan selama 2 tahun saya harus mencicil kredit bank, waktu 2 tahun itu bagi saya lama sekali, lama sekali terikat dengan hutang, saya harus berhati-hati mengatur keuangan kami. 

Oleh karena itu untuk menyelesaikan rumah, saya tidak mau mengajukan kredit di bank lagi, biarlah dengan menabung sedikit demi sedikit untuk menyelesaikan rumah itu, karena bagi saya ketenangan itu jauh lebih  berharga. 

Alhamdulillah dalam 10 tahun jadilah rumah ini, karunia Allah yang luar biasa kami dapatkan. Saya lebih memilih menabung sedikit demi sedikit terlebih dahulu untuk menyelesaikan rumah ini dari pada saya mengajukan kredit lagi ke bank, walaupun nomimal yang saya sisihkan tak berbeda dengan uang membayar tagihan bank, tapi keleluasaan, kemerdekaan, tidak  harus dipusingkan akan  tagihan bank itu jauh lebih berharga bagi saya, dibandingkan rumah saya selesaikan, tapi terbebani dengan cicilan bank.

Bagi saya, hidup dengan kesederhanaan lebih membahagiakan. Oleh karena itu hingga saat ini bila saya merencanakan untuk membeli sesuatu, jika dananya belum cukup, saya lebih memilih menundanya terlebih dahulu hingga saya mempunyai dana cukup, dari pada membelinya secara kredit. Bagi saya, umur itu rahasia Allah yang tidak saya ketahui, bagaimana mungkin saya bisa merencanakan hutang dengan jangka waktu tertentu, sementara saya tidak tahu jatah umur saya berapa, saya tidak ingin orang terdekat saya harus membayar hutang saya kelak yang mestinya menjadi tanggung jawab saya.

Saat ini sangat banyak pilihan dan kemudahan untuk berhutang, bagi saya itu adalah sesuatu yang menjerat dalam menjalani hidup. Banyak sekali orang lupa bersyukur disaat ia menerima gaji, karena sebagian dari gajinya sudah terpotong untuk pembayaran cicilan bank, yang ada hanya mengeluh merasa gajinya yang ia terima sedikit sekali, ia lupa bahwa sebagian dari gaji sudah untuk membayar hutangnya. Apakah masih ada yang akan disediakannya untuk menafkahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) ? 

Itulah mengapa Rasulullah mengingatkan kita akan bahaya kebiasaan berhutang.  Menurut saya, hutang tercipta begitu kita merubah gaya hidup kita, memaksakan diri lebih dari kemampuan diri kita.

So.... nasehat dari Warren Buffet  : hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja. Jangan memakai merk, pakailah yang benar-benar nyaman untukmu. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting, harus kita amal agar kita tidak terperangkap dalam lubang hutang.

Kamis, 07 November 2013

Sehari Tanpa Gadget? Oh,NO...!!!

Bismillahirrohmanirrohiim


                                               
  

Sehari Tanpa Gadget? Oh,NO...!!! Ini jeritan Pakde Cholik pagi ini.... sepertinya saya juga  akan menjerit seperti itu deh
Saat ini gadget  sudah menjadi bagian hidup seseorang. Melalui gadget kita bisa menjelajah dunia, tidak sulit lagi mencari informasi, hanya dengan sentuhan jari jemari kita sudah bisa membuka jendela dunia. 

Saya ingat waktu saya sekolah dulu, sulit sekali mencari informasi, harus keperpustakaan namun kadang tidak menemukan buku yang dapat membantu mendapatkan informasi tersebut, penyebabnya karena keterbatasan buku-buku yang tersedia. 

Alhamdulillah ..... saat ini saya sangat mudah dapatkan informasi itu. Jadi dari benda kecil nan tipis ini dapat membantu saya membuka jendela dunia, menjelajah dunia, sepertinya  saat ini dunia ada dalam "genggaman" saya ....hehhehehee.

Memliki gadget layaknya kita memiliki pisau, dari sisi mana kita mempergunakannya, jika kita memegang pisau pada bagian yang tajam, pastilah kita akan terluka.... begitu juga dengan memilki gadget, dari sisi mana kita mau memanfaatkan fasilitas yang ada pada gadget tersebut. Gadget dapat menjadi tidak banyak memberi manfaat, bahkan mungkin malah mendapatkan mudaratnya apabila menggunakannya secara tidak tepat. 

Bagi saya sebagai guru, merasakan banyak sekali manfaatnya, karena saya mendapatkan fasilitas belajar yang mudah dibawa-bawa kemana, walau hanya sebuah benda tipis dan kecil, namun saya seperti memilki segudang buku. Kepada murid-murid, saya juga membiasakan mereka agar memanfaatkan gadget yang mereka miliki untuk mencari bahan refrensi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang saya berikan kepada mereka. Jadi dengan mudah saya mendiskusikan suatu materi ajar bersama mereka.

                            


Selain memudahkan mencari informasi, gadget juga memudahkan saya berkomunikasi, apalagi saya perantauan yang jauh dari kampuang. Gadget inilah yang membantu mendekatkan saya dengan kedua orang tua, teman-teman di kampung, bahkan sekarang mendekatkan dengan teman - teman dari rumah maya (blog). Terasa dunia ini semakin dekat saja ^_^

Jadi jelas sudah mengapa pada sebagian orang gadget adalah barang penting yang tidak boleh tertinggal, kalau ketinggalan dompet masih bisa toleran... tapi kalo ketinggalan gadget....oh no...!!!

Oh yaa... anak-anak tempo dulu juga sudah memiliki gadget juga loh. 
Ini nih buktinya ..... ^_^







                                   




Rabu, 30 Oktober 2013

Saya sudah tidak merokok lagi


Bismillahirrohmanirrohiim.

Alhamdulillah, Saya sudah tidak merokok lagi.... ucapan itu simple banget khan sobat .... tapi dampaknya luar biasa sekali bagi orang yang disekitarnya, apalagi orang - orang tercinta seperti istri dan anak-anak. Rasa sangat bahagia, haru itulah yang dirasakan mereka dan mereka jadi semakin  bangga  pada suami / ayahnya yang telah berhasil menaklukkan  rokok karena mereka tahu bagaimana sulitnya berjuang untuk menghentikan kebiasaan merokok. 

Ini pula yang dirasakan keluarga teman kami. Ka personalia di Yayasan ditempat suami saya bekerja sudah 2 bulan ini berhenti merokok. Ini terjadi setelah suami menyarankan beliau untuk segera menghentikan kebiasaan merokoknya dan sebagai inspirasi untuknya agar berhenti merokok, suami juga  memberikan buku "Percepatan Rezeki" karya Ippho Santosa dan meminta beliau untuk  WAJIB BACA.

Teman tersebut mencoba berhenti merokok, dengan cara mengurangi jumlah rokok yang di konsumsi per harinya. Yang tadinya sebungkus perhari, ia coba hanya merokok 4 batang saja perhari. Hari berikutnya dia kurangi menjadi hanya 2 batang. Dan oleh beliau ditingkatkan dengan  mencoba  tidak merokok sama sekali dalam satu hari, dan berlangsung selama 3 hari, trus 1 minggu. Ternyata beliau berhasil. Berita gembira itu langsung disampaikan pada suami saya sebagai pimpinannya. Mendengar berita itu suami saya sangat  terharu dan bahagia sekali.

Suami saya langsung mengucapkan "SELAMAT, ya... bapak tahu nggak , kalau saya lebih bahagia dari yang bapak rasakan saat ini."
" Iya, pak Natta... ternyata Istri dan anak-anak saya  bahagia sekali melihat saya tidak lagi merokok", jawab teman tersebut. 
Jadi selama ini pengorbanan mereka luar biasa ya, pak..... demi saya......sementara saya tidak menghiraukan ketidak nyamanan mereka, ternyata selama ini saya terlalu egois,  hanya mementingkan diri sendiri dengan selalu merokok dirumah.

Suami saya punya angan-angan kantor itu akan menjadi  area bebas asap rokok, oleh karena itu perlahan-lahan suami memberi pandangan bahaya rokok terhadap diri sendiri dan orang - orang sekitarnya (perokok pasif) kepada teman - teman yang ada dilingkungan kantor tersebut. Dan para tamu yang berkunjung juga di minta untuk tidak merokok di area tersebut. Untuk memujudkan angan-angan tersebut, diharapkan para karyawan tidak ada lagi yang merokok. 

Mengapa suami saya gencar sekali mengajak orang-orang disekitarnya untuk tidak merokok.....? 
Suami saya sudah sangat menyadari sekali bahaya rokok. Beliau tak ingin menjadi perokok pasif dilingkungan kerjanya, itulah beliau membuat area kerja tidak ada asap rokok yang mencemari lingkungan kerjanya. 

Yuk kita lihat komponen yang terkandung dalam sebatang rokok..


Dari gambar diatas terlihat begitu banyak bahan kimia yang sangat berbahaya yang terdapat dalam sebatang rokok, dan secara keseluruhan ada 4000 bahan yang membahayakan terdapat dalam sebatang rokok. Masihkah sudi para perokok memasukkan bahan yang berbahaya kedalam tubuh...? 
Nggak takut terkena penyakit seperti ini nih ...


Alhamdulilah .... beberapa diantaranya sudah ada yang tidak lagi merokok, hanya yang di ruang percetakan yang masih ada menjadi perokok, walau tidak merokok di kantor..... Insya Allah akan menjadi orang yang berikutnya untuk berhenti merokok.



note : Ini sebenarnya tulisan yang ditulis tertanggal 24 Februari 2012, saya lupa mempostingkannya.... Baru menyadari bahwa ada 1 tulisan yang masih dalam bentuk draf.....^_^

Rabu, 11 September 2013

Serba gak ke beneran



                                           

Masih ingat dengan cerita yang di lukiskan pada gambar di atas ? 
Yaaa...itu kisah seorang Bapak bersama anaknya dan seekor keledainya. Karena hanya punya satu ekor keledai yang tak mungkin bisa di tunggangi dengan 2 orang, rasa sayang kepada sang anak, sang bapak memutuskan biarlah sang anak saja yang naik keledai tersebut sementara dia masih cukup kuat untuk berjalan kaki mengiringi anaknya. Tapi di perjalanan dia bertemu dengan seseorang dan menghujad sang anak..."anak durhaka, membiarkan bapaknya yang sudah tua berjalan kaki"

Tidak ingin anaknya menjadi durhaka, di putuskanlah biarlah anaknya yang berjalan kaki, sementara dialah yang menunggang keledainya, tak lama kemudian dia bertemu dengan seseorang, langsung melontarkan makian pada  dirinya...."jadi orang tua tega amat anaknya yang masih kecil di biarkan berjalan kaki, sementara dia dengan enak-enak naik keledai"

Merasa tak mau dihujad, akhirnya diputuskanlah tak seorang pun menunggang keledai, dia bersama anaknya berjalan kaki. Tak lama kemudian beberapa orang melintas dihadapannya sambil tertawa terbahak-bahak...."orang tua yang aneh, punya keledai yang bisa di jadikan kendaran kok tidak dimanfaat, lebih memilih berjalan kaki....ckckckckck"

Senin, 09 September 2013

23 tahun bersama mu

Bismillahirromanirrohim




Ya Allah..... Terimakasih telah Engkau hadirkan seseorang untuk hamba, yang selalu menyayangi dengan tulus, mencintai hamba dengan sepenuh hatinya, menerima segala kekurangan hamba, memberikan kenyaman disetiap saat dan selalu menjaga hamba dengan segenap jiwanya.
Ya Rabb.... Hamba ingin menjadi istri sholeha, dengan Ke Agungan Rahmat-Mu masukkan hamba kedalam golongan hamba-Mu yang sholeha.


Ya Allah, mohon bantulah hamba.....
Hamba ingin menjadi seorang istri yang senantiasa bertaqwa kepada Mu dan mengikuti apa yang Rasullah SAW Sabda dan Tauladankan
Hamba ingin menjadi seorang istri yang senantiasa hormat dan taat serta patuh kepada suami.
Hamba ingin menjadi seorang istri yang senantiasa menghibur hati suami sedang ada masalah.
Hamba ingin menjadi seorang istri yang senantiasa menjadi penyejuk bagi suami dan anak hamba
Hamba ingin menjadi seorang istri yang tak segan-segan menasehati jika suami melakukan hal yang tak baik.
Hamba ingin menjadi seorang istri yang senantiasa menjadi pengayom dan penuh kasih sayang dalam merawat serta mendidik anak hamba
Hamba ingin menjadi seorang istri yang selalu bisa memperhatikan apa yang disukai dan apa yang tak disukai suami.
Hamba ingin menjadi seorang istri yang senantiasa lebih mementingkan meningkatkan ibadah dari pada di gunakan untuk hal-hal yang tak begitu penting.
Hamba ingin menjadi seorang istri yang lebih betah di rumah dari pada diluaran untuk hal-hal yang tak berguna.
Hamba ingin seperti pakaian buat suami, menutup dan menyembunyikan semua kekurangannya
Hamba ingin seperti buku harian bagi suami, dia bisa menulis apa saja di situ. 

Ya Allah ..... mohon mudahkanlah hamba untuk melakukan semua itu.

23 tahun hidup bersama, perjalanan yang panjang, banyak cerita dan kenangan yang terjadi selama 23 tahun itu. Hidup bersama, bukan berarti harus memiliki persamaan dalam semua hal, tapi bagaimana kita menerima perbedaan itu. Sepanjang pengertian ada maka segala perbedaan dapat di terima.

Sebelum menikah, saya mengenal suami dalam  waktu yang singkat, Januari 1990 awal mengenalnya dan beberapa bulan kemudian kami memutuskan untuk menikah, tanggal 9 September 1990 waktu yang kami pilih untuk menyatu dalam sebuah perkawinan. 

Keputusan saya sungguh membuat keluarga besar saya kaget, terutama orang tua saya, tapi saya berusaha meyakinkan mereka bahwa ini adalah  pilihan saya. Semakin kaget lagi, saya memutuskan menikah nya tetap di Kota Balikpapan bukan di Kota kelahiran saya  yaitu Padang, alasannya saya tak ingin membebani orang tua akan pesta pernikahan kami, saya ingin mereka seperti tamu tanpa di bebani pikiran dan biaya, seperti yang saya cita-citakan sejak dulu. Alhamdulillah, mereka berdua merestuinya dan percaya dengan pilihan saya.

Sejak tanggal 9 September 1990  itulah kami baru belajar saling mengenal satu sama lain, perbedaan-perbedaan itu  kami nikmati sebagai warna-warni dalam perjalanan hidup kami. Pintu pengertian kami buka selebar-lebarnya agar cinta  dan kasih sayang yang bening dengan mudah masuk dalam kehidupan rumah tangga kami.

Hidup bersama dengan perbedaan bukan tanpa masalah dalam menjalani hidup berumah tangga. Kami tidak memandang masalahnya tapi bagaimana cara kami penyelesaikannya. Kami selalu berusaha tidak akan melibatkan orang ke 3, baik orang tua maupun orang lain. Setiap ada masalah selalu kami selesaikan hanya kami berdua. Alhamdulillah .... Semua bisa kami atasi dengan baik.

Di tahun ke 3 saya sempat kehilangan kepercayaan diri, setelah hasil diagnosa dokter menyatakan bahwa saya mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan. Berita itu bagi seorang istri sangat berat untuk menerimanya, apalagi setiap bertemu orang lain ..."Kapan nih punya momongan?" Saat itu sulit sekali menghadapi pertanyaan seperti itu. Tak jarang rasa bersalah menyelimuti hati saya, tidak dapat memberikan kesempurnaan untuk suami. Alhamdulillah, suami yang selalu menguatkan dan meyakinkan saya bahwa semuanya adalah Kekuasaan Allah, dan pasti ada rencana Allah yang indah di balik semua itu. Dan akhirnya hanya "pasrah" yang dapat kami lakukan, kami percayakan semuanya kepada Allah. Alhamdulillah .....Do'a dan  Kepasrahan kami di jawab Allah di tahun ke 8, di amanahkanlah kepada kami seorang putra yang sudah lama kami tunggu-tunggu kehadirannya.

Bagi kami, kami ibarat "sepasang sepatu" ada sebelah kiri dan sebelah kanan, keduanya memiliki bentuk yang berbeda, tapi saling melengkapi, saling mendukung, berjalan sinergis, selalu menempatkan diri pada posisi atau kodrat masing-masing sehingga dapat memperkecil masalah yang timbul dari semua perbedaan itu.

23 tahun sudah kami jalani hidup bersama. Perjalanan yang panjang itu, tidak membuat kami berhenti belajar membangun rumah tangga  Sakinah, Mawaddah dan Warahmah. Kami terus belajar....belajar...dan terus belajar.

Suamiku.....terimakasih telah menyayangiku dengan sepenuh hati, membimbing ku dengan penuh kesabaran, menjagaku dengan tanpa mengeluh.....tetaplah gandeng tanganku dengan cinta & kasih sayangmu, senantiasa menjadi Imam dalam perjalanan hidupku. Maafkan diriku bila hingga saat ini belum menjadi yang sempurna untukmu, tapi ku akan terus belajar menjadi terbaik untukmu.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat & Ridho-Nya serta senantiasa  memberikan  Taufiq -Hidayah-Nya pada keluarga kita. Aamiin














Sabtu, 08 Juni 2013

Ya Allah ...... Berilah hamba kesempatan ke dua


Bismillahirrohmanirrohiim.


Seperti biasa menjelang tidur, Sarah mematikan BB nya tapi sebelumnya dia cek  terlebih dahulu BBM    yang masuk dan yang belum dia baca. Satu diantara BBM yang masuk ada yang membuatnya shock.......
"Maaf mengganggu, saya suami Tiara. Saya mohon do'anya untuk kesembuhan istri saya yang sedang dirawat di ruang ICU karena baru saja mengalami kecelakaan".

Sarah kaget sekali setelah membaca BBM tersebut, langsung saja dia membalas BBM itu, Dan ditunggu beberapa saat, tapi tidak ada balasannya. Kesokkan paginya Sarah mendapat balasannya dari BB Tiara 

Mbak , ini saya Rian suami Tiara, maaf baru buka BB nya, mbak.... Karena tadi malam saya sedang mengurus perawatan Tiara, dan sekarang Tiara masih belum sadar, mbak.

Kejadiannya tadi malam jam 20.00.  Tiara jemput saya, tapi di perjalanan dia ditabrak dari belakang hingga  Tiara terpental jauh, hanya itu yang saya tahu kronologi kejadiannya. Karena saya di kabari setelah Tiara sudah berada di ICU. 

Sabtu, 22 Oktober 2011

Banyak cara bersilaturahim

Bismillahirrahmanirrahiim, 
Assalamu'alaikum ...sobat semua ..^_^


Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam  bersabda,


مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”

Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat agung, mudah dan membawa berkah. Kita semua diminta untuk tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kita bersilaturahmi.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Kunjungi Ortu

Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamu'alaikum ...sobat semua ..^_^


Sapaan.... mbak Reni dan mbak Fanny .... menyadarkan aku bahwa sudah lama banget aku gak posting... lama gak update di kedua blog ku ini.
Makasih ya mbak Reni...mbak Fanny yang tak bosan-bosannya menyemangatiku. Aku beruntung sekali mengenal mereka. Mereka tahu banget bagaimana membangkitkan semangat ku lagi....


Seminggu yang lalu aku mengunjungi kedua orang tuaku di Padang, karena baru bisa punya waktu mengunjungi mereka, sudah setahun aku tak mengunjungi mereka... ya inilah resiko merantau jauh dari mereka, tidak bisa pulang sesering mungkin. Ingin sekali bisa mengunjungi mereka setiap saat... tapi keadaanku yang tak memungkinkannya. 

Minggu, 04 September 2011

Lebaran yang tertunda

Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamu'alaikum ...sobat semua ..^_^

Alhamdulillah .... Kita sdh tiba di BANDARA IDUL FITRI dgn PENERBANGAN RAMADHAN AIR no penerbangan 1432 H jarak tempuh 29 hari. Harap tetap menggunakan sabuk pengaman dgn SABAR. Tegakan KURSI IMAN & TAQWA. Jangan lupa periksa kembali bagasi anda dengan PUASA SYAWAL dan SILATURAHMI  dgn sesama. Saya  Hariyanti Sukma selaku crew mengucapkan mohon maaf lahir bathin jika dlm penerbangan hidup ini ada salah. Semoga kita bisa bersama - sama dalam penerbangan Ramadhan tahun depan.



Hallo sobat semua .... mohon maaf banget ya selama sebulan ini gak silaturahmi kerumah sobat semua. Karena selama bulan Ramadhan agak kesulitan berbagi waktu, karena ngebet banget merebutkan bonus spesial yang ditawar oleh Allah SWT. Dan setelah ini tantangannya adalah ISTIQOMAH ... Insya Allah.

Senin, 28 Maret 2011

Si Kimung penuh gaya

Si Kimung ..!!! Sobat pasti bingung dengan yang aku maksud.  Ya … si Kimung yang  ku maksud adalah seekor ikan mas koki yang ada dalam aquariumku, ku beri nama si Kimung ( koki mungil ), karena kulihat ikan ini gemesin banget di banding ikan mas koki yang lain, karena banyak sekali gerakan – gerakan yang lucu yang ia tampilkan, tidak seperti teman – temannya.

Selasa, 22 Februari 2011

Delay Air

Hallo sobat ..... aku datang ..... udah beberapa hari nih  ndak muncul di blog. Karena Ke Bandung  sejak hari Jum'at, sesuai dengan janjiku akan membawa oleh-oleh cerita buat sobat semua. 

Ku mulai dengan cerita buruknya pelayanan maskapai kita. Sesuai jadwal aku berangkat dari Balikpapan hari Jum'at jam 11.30 WITA dan sampai jam 12.30 WIB, jadwal ini kami ( para alumni ) sepakati dengan rombongan dari daerah lain, dengan harapan rombongan jam 14.00 WIB sudah dapat meninggalkan SUTA untuk menghindari macet.  Tapi diluar dugaanku , penerbangan ku di delay, ndak tanggung - tanggung 2 jam lebih, jelas membuat aku sebel banget, berantakan deh semuanya jadinya. 

Kamis, 20 Januari 2011

Siswaku dan keterbatasannya

Seseorang yang berada dalam keadaan serba terbatas mempunyai semangat juang yang lebih tinggi bahkan lebih tinggi dari yang lainnya. Ini terlihat pada beberapa siswaku. Keterbatasan fisiknya tidak menghalanginya untuk belajar seperti orang normal. Keterbatasan fisiknya tetap menjadikannya menjadi orang yang luar biasa, tetap bisa menjadi siswa yang  unggul secara akademik.
Disekolahku ini setiap tahun selalu ada saja mendapatkan murid dengan keterbatasan fisik. 

Contohnya  siswaku Yanuar menderita penyakit Lever akut, sehingga dia tidak dapat belajar optimal seperti yang lainnya, tapi herannya justru dialah siswa yang unggul di kelas IPA, padahal dia jarang sekali bisa belajar hingga sekolah usai (jam 15.00), malah sering jam 12.00 sudah harus pulang bahkan kadang-kadang hanya sampai jam 10.00 saja. tetapi semangat belajarnya mengalahkan semangat belajar siswa yang normal. Bahkan siswa yang secara fisiknya normal banyak belajar dengan Yanuar yang secara fisik mempunyai keterbatasan.

Kamis, 06 Januari 2011

Surprise...

Tadaaaa..... !!!! teriakan kecil ku dengar disaat aku membuka pintu kelas hari senin kemaren ( 3 Jan ), dan disertai tayangan di layar LCD kelas di iringi dengan lagu 'bunda' nya Melly G. Aku sempat bingung karena kelas nya dibuat gelap (lampu kelas dimatikan). Mata aku tertuju pada tayangan di layar LCD, disana ada tulisan yang bergerak perlahan-lahan dan aku mulai  membacanya dengan agak merinding, isinya bagaimana murid-muridku mendeskripsikan  aku, di ungkapan kesabaran ku , perhatian ku , kehangatan ku , bla.....bla... bla.... (aku tak hapal) baris terakhir yang ku ingat : bu Yanti adalah orang tua kami di sekolah dan kami memanggilnya bunda....aku jadi terharu dibuatnya apalagi pake lagu pengiringnya lagu Bunda dari Melly G yang bikin ndak nahan ....lebay nich !!!

Rabu, 05 Januari 2011

Pengunjung

Aku bahagia sekali blogku yang ini mulai berdatangan pengunjungnya, kedatangan mereka sangat berarti sekali bagiku untuk mengurusi blogku yang terabaikan ini, padahal ini blogku yang pertama loh. Ada perasaan bersalah juga sih, karena aku lebih sering menulis untuk blogku yang kedua ( SUKMA ).

Arti dari kedatangan pengunjung bagiku yang pemula di  jagad blog menjadi penyemangat yang luar biasa sekali. Aku ingat bagaimana aku jadi malas posting di blog ini, karena tidak ada pengunjungnya disamping itu aku kesulitan untuk menulis, maklumlah  pemula ....

Kamis, 11 Februari 2010

About Me



Namaku sesuai dengan nama blogku. Aku berprofesi sebagai guru di SMA Patra Dharma Balikpapan. Padahal aku lulusan IKIP Padang. Mungkin ada yang heran kenapa mengajarnya di Balikpapan. Waktu kecilku semasa aku sekolah dasar hingga SMP kelas dua di Balikpapan, Tapi kelas 3 SMP aku kembali ke Padang kota kelahiranku. Dan aku bersekolah diSMP dan SMA Adabiyah .
Tamat SMA awalnya tidak terlintas dipikiranku memlilih IKIP, karena ingin berbeda dengan kakak –kakak perempuanku yang semuanya berpropesi guru ( mau tampil beda gitu loh !) Waktu mengisi fomulir Sipenmaru pilihan pertamaku Farmasi , untuk pilihan kedua atas saran ibunda pilihannya IKIP, dengan pertimbangan beliau untuk perempuan profesi yang cocok “guru”, mungkin karena beliau juga guru . Demi menyenangkan hati ibunda kutulislah pilihan tersebut, ternyata pilihan itulah yang aku dapati. Jadilah profesi turunan.