Sabtu, 13 September 2014

Pribadi yang menyejukkan

Bismillahirromanirrohim

Bila kita belum mampu menjadi seperti pohon besar yang dapat menaungi banyak orang, jadilah hamparan rumput hijau yang menyejukkan mata memandang. 

Hidup adalah sebuah perjalanan wisata, kemanapun kita melangkah mengharapkan sesuatu yang indah dan nyaman. Dan di perjalanan itu akan menemukan banyak warna yang dapat kita nikmati, banyak pengalaman hidup yang kita toreh dalam sebuah catatan. 

Di sepanjang perjalanan itu pula akan ada jejak yang tertinggal, kita punya pilihan di saat kita meninggalkan jejak tersebut, apakah jejak itu akan menjadi inspirasi atau menyakiti....tapi yang pasti jejak itu bagaikan ukiran terpahat di sebuah batu yang tak mudah terhapuskan.

Layaknya sebagai wisatawan kita tentu juga berkeinginan menjadi duta wisata, berbagi pengalaman kepada yang lain. Begitu pulalah dalam kita mengisi perjalanan hidup kita ini. Sebagai hamba Allah, kita adalah seorang duta agama, disadari atau tidak, kita akan ikut memberi warna dalam perjalanan hidup seseorang. Pertanyaannya ...... warna apakah yang akan kita berikan.....?

Bila kita meyakini bahwa agama kita adalah Rahmat, maka sebagai pemeluknya hendaknya menjadikan dirinya rahmat bagi sesamanya dan semua ciptaan-Nya. Kehadirannya seperti angin .... tak terlihat tapi terasa kesejukkannya.

Mengapa banyak sekali kita menemukan peristiwa yang saling menyakiti....saling menghujat.... saling membuka aib.....mudah sekali mengkafirkan orang lain..... bukankah kita ini saudara ? 
Bila memang lebih mengerti pada suatu hal, mengapa tidak memberitahunya dengan santun. Apakah kita melupakan cara Rasulullah? Seringnya kita mengatakan bahwa kita cinta Rasul, manakah yang menjadi buktinya.... apakah dengan telah memelihara jenggot sudah cukup jadi bukti bahwa kita telah cinta Rasul, terus kita abaikan cara beliau bertutur kata, cara beliau dalam  berperilaku...?

Untuk membangun pribadi menjadi lebih baik, banyak cara yang dapat kita lakukan, berkumpul dengan orang - orang senantiasa berpikir positif. Alhamdulillah, saya telah bertemu seseorang yang sangat bijak, kesederhanaan beliau mampu menghipnotis banyak orang, dengan ketrampilan beliau menarikan jemari beliau menghasilkan banyak karya yang telah menginspirasikan banyak orang, diantaranya saya sendiri.

Terima kasih Pakde, bukunya sangat bermanfaat sekali, kesederhanaan pakde, kekocakkan pakde terlihat dalam setiap tulisan yang pakde lahirkan itu memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam membangun pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.... meninggalkan jejak yang menginspirasikan orang lain 

 
Seperti judulnya buku ini memberikan kesejukkan, sayang sekali kalau tidak membacanya.

Buku ini memberikan inspirasi bagaimana kita mengisi pejalanan hidup kita agar  bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, tetangga, sahabat dan orang lain.
Jika kita meyakini bahwa agama kita adalah rahmat bagi alam semesta, maka seharusnya pemeluknya menjadikan dirinya rahmat bagi sesamanya dan semua penciptaan.